Tujuan Zionis untuk menguasai Dunia

Tujuan mereka untuk menguasai Dunia

 

Sejarah dunia telah tergores dengan tinta emas para Sejarawan yang menulis demi kebenaran. Mereka menguak fakta-fakta yang sebagian orang enggan membukanya. Mereka adalah para pencari kebenaran yang akan terus menulis demi berlangsungnya kebenaran hakiki. Apabila tak ada sejarah, maka tak ada masa depan yang terang. Dunia akan luput dalam gelapnya konspirasi yang sengaja dilakukan demi menutup makar-makar yang jahat. Mereka bersembunyi dibalik tirai kegelapan dan menyembunyikan makar mereka dari orang-orang yang ingin tahu.

Apabila ada bau yang tak sedap, pasti ada bangkainya. Sebau-baunya bangkai yang ditutup-tutupi, toh pasti akan tercium juga. Mereka tak mau jika konspirasi mereka diketahui oleh banyak orang, karenanya mereka menutup-nutupinya. Namun, mau diapakan bangkai  jika gerangan sudah diketahui?. Apakah mau disembunyikan terus-menerus, takkan ada yang mampu menyembunyikan bangkai apabila baunya sudah menusuk!.

Konspirasi yang mereka lakukan di dunia ini mempunyai dua tujuan yaitu, kembali ke Tanah Palestina dan hidup dibawah Sang Messiah.

Bangsa Yahudi adalah bangsa yang tak mempunyai tanah permanen untuk ditinggali. Mereka telah menyebar ke seluruh penjuru dunia untuk menjadi penetap di Tanah para Pribumi. Keadaan mereka semakin terdesak dengan adanya semangat anti-Talmud yang terjadi dari abad 12 hingga 15. Para Raja di Eropa yang menganut agama Kristen merasa terhina dengan ucapan-ucapan para Rabbi Yahudi yang menjelek-jelekan Isa Al-Masih. Mereka tidak terima dengan segala hinaan yang ada dalam Talmud, hal itu membuat mereka gusar kepada komunitas Yahudi. Merekapun lansung memerintahkan pembakaran Talmud yang dilakukan secara brutal. Berkilo-kilo Kitab Talmud yang diambil dari orang-orang Yahudi dikumpulkan dalam sebuah gerobak dan lantas dibakar. Merekapun diusir dari negara-negara Eropa seperti Inggris dan Prancis.

Mereka hidup berpindah-pindah dari negri ke negri lainnya. Dimana saja mereka menetap di sebuah negri, mereka selalu menjaga entitas mereka. Mereka melakukan praktek individualisme dan etnosentrisme yang radikal yakni dengan melakukan standar ganda kepada komunitas lain selain mereka. Mereka akan memberi pinjaman berkali-lipat kepada orang selain bangsa mereka dengan riba, namun tidak kepada golongan mereka sendiri. Mereka mementingkan golongan mereka sendiri dan tidak bersatu dengan golongan pribumi. Hal itupun membuat orang Pribumi di negri mereka tinggal iri dan merasa tidak memiliki peluang dalam berdagang dan berbisnis. Akhirnya, para pemimpin yang menguasai negri tersebut menerapkan kebijakan-kebijakan yang akan membuat mereka tak mampu lagi menjadi lintah darat. Di Jerman, mereka dibantai ketika Hitler menjadi pemimpin. Menurutnya, Yahudi Jerman adalah sosok inferior yang telah menjatuhkan Jerman dalam krisis ekonomi dan perang. Di Rusia, mereka diterapkan dengan kebijakan pelarangan menjadi petani dan peternak. Hal itu dikarenakan penguasaan mereka dalam sektor-sektor usaha pribumi yang vital.

Keadaan mereka yang lemah dan terpecah-belah di negri orang, membuat mereka sadar akan perlunya sebuah gerakan yang dapat mempersatukan mereka. Mereka sadar untuk menemukan sebuah momentum yang akan melindungi mereka dan menjauhkan mereka dari kekuasaan bangsa lain. Gerakan itu bernama “Zionisme”. Yaitu sebuah gerakan yang dibuat oleh Cendikiawan bernama Theodore Herzl. Dia mempunyai cita-cita untuk mengumpulkan bangsa Yahudi dan mengembalikan mereka ke Palestina. Dia ingin menjadikan Zionisme sebagai ideologi pemersatu yang akan membuat bangsa Yahudi terlepas dari cengkraman dan gangguan bangsa lain.

Zionisme adalah sebuah gerakan yang berhasil mempersatukan semua kelompok dan sekte masyarakat Yahudi di seluruh dunia. Apakah dia seorang reformis, konservatif, pharisi, saduki, dan lain-lain, mereka semua telah bersatu dibawah gerakan bernama Zionisme. Hanya sedikit yang menolak Zionisme dalam masyarakat Yahudi. Zionisme telah menjadi anggaran dasar bagi setiap Yahudi yang mendukung eksistensi mereka di Palestina.

Apabila mereka telah berhasil kembali ke Tanah Palestina, maka tujuan mereka yang terakhir adalah menunggu Al-Masih mereka. Mereka ingin hidup dalam kejayaan seperti Nabi Sulaiman dan Nabi Daud memimpin mereka dulu.

Mereka selalu memimpikan sosok Raja yang akan membebaskan mereka dari segala mara bahaya. Raja, yang akan memimpin mereka dan melindungi mereka. Dan tentunya Raja itu adalah dari golongan mereka sendiri. Dia akan melindunginya dari serbuan bangsa lain yang ingin menghancurkannya. Namun, kerena mereka tak mau berubah dari kejahatan mereka, maka mereka tak pernah mendapatkan raja yang adil seperti Nabi Daud as. Karena penolakan mereka terhadap dakwah para Nabi dan usaha mereka untuk menghalangi dengan makar-makar yang keji, mereka akan dipimpin oleh seorang Raja yang tak beriman kepada Allah dan kejam kepada bangsa-bangsa lain.

Dalam Kitab Zakariyya disebutkan tentang Raja yang tidak baik yang kelak akan memimpin orang-orang Yahudi. Raja itu mempunyai sifat yang buruk,

“Karena Aku akan menugaskan seorang gembala (Raja) untuk menjaga kawanan domba-Ku (Bani Israel), tetapi dia tidak menghiraukan domba yang hilang; dia tidak mencari domba yang tersesat, tidak pula mengobati domba yang luka, dan tidak memberi makan kepada domba yang masih hidup. Malahan ia sendiri makan daging domba yang paling gemuk dan mencabut kuku-kuku binatang itu. (Zakariya 11:16)

Terkutuklah gembala yang tidak berguna itu! Ia telah meninggalkan kawanan dombanya. Perang akan mengakhiri kekuasaannya. Lengannya akan menjadi lemah dan mata kanannya menjadi buta.”  (Zakariya 11:17)

Seperti yang dikatakan dalam Kitab di atas, disebutkan bahwa suatu hari nanti orang-orang Yahudi akan dipimpin oleh seorang Raja. Namun Raja itu adalah Raja yang jahat, dia tidak menghiraukan agama yang dianut oleh rakyatnya. Justru dia akan menyuruh rakyatnya untuk menyembahnya.

Kemudian Allah berkata bahwa kelak Raja itu akan menemui kebinasaannya karena dia tidak menyuruh rakyatnya untuk menyembah kepada Allah, bahkan dia menyuruh untuk menyembahnya. Kekuasaan Raja itu akan berakhir karena perang. Dan lengannya atau bisa diartikan kekuasaannya, akan hancur dan binasa.

Ciri-ciri diatas sangat sesuai dengan Dajjal yang dikatakan oleh Nabi Muhammad. “Mata kanan sang Raja itu akan menjadi buta”, Seperti yang kita ketahui bahwa Dajjal akan  mempunyai mata kanan yang buta. “Perang akan mengakhiri kekuasaannya”, “Lengannya akan melemah”, Dajjalpun akan mati karena dia dan rakyatnya akan diperangi oleh Kaum Muslimin. Wallahu a’lam.

Kemudian Allah bersabda dalam Kitab Zakariyya,

“Allah Yang Mahakuasa berkata, “Bangkitlah, hai pedang, dan seranglah gembala yang bekerja bagi-Ku! Bunuhlah dia, maka domba-domba akan tercerai-berai. Aku akan menyerang umat-Ku, dan di seluruh negeri dua pertiga dari penduduknya akan tewas.” (13:7-8)

Allah akan menghendaki peperangan terjadi di Israel. Dia akan menghendaki peperangan dengan mengutus Nabi Isa untuk membunuh Raja yang jahat itu. Nabi Isapun berhasil membunuhnya hingga membuat pengikutnya tercerai-berai dan kabur untuk lari dari serbuan Kaum Muslimin. Mereka akan pontang-panting untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing dari kejaran Pasukan Kaum Muslimin. Akan ada pembantaian yang membuat Israel diliputi ratapan siang dan malam.

“Dajjal akan turun dalam tempat yang berair ini dengan melewati jalan  berbukit. Yang keluar kebanyakan adalah kaum wanita, sampai seorang laki-laki  kembali kepada orang yang menyusuinya dan kepada ibunya, anak perempuannya, saudari dan bibinya, lalu diikatnya, karena khawatir dia (Dajjal) akan muncul. Kemudian Allah SWT memberi kekuatan kepada kaum muslimin, lalu mereka membunuhnya dan menghancurkan kelompoknya, sampai-sampai orang Yahudi pergi bersembunyi di bawah pohon atau batu. Maka pohon atau batu itu akan memberitahuknn kaum beriman, ‘Ini ada orang Yahudi yang bersembunyi di bawahku, bunuhlah dia!” (Hadits ini ditakhrijkan oleh Imam Ahmad (2/67) dan Al Hambal dalam kitab AI Fitan (5112-52/1)

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: Dari Nabi saw. bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!. (Shahih Muslim No.5200)

Israel akan segera mempunyai raja. Namun raja itu adalah raja yang bengis lagi sombong. Dia akan memerintah Israel dan melindunginya dari siapa saja yang hendak menghancurkannya. Raja itu akan mendewakan dirinya sendiri. Kemudian, dia akan membangun kuil untuk Yahudi dan menempatkan kursi kekuasaannya di tempat suci itu. [1]Rajanya tiada lain adalah Dajjal sang Penyelamat Yahudi.

Dalam kepercayaan Yahudi, The Messiah atau Moschiah (Bahasa Ibrani) adalah seseorang keturunan Yahudi yang kelak akan memimpin bangsa Yahudi dan membangun kembali Kuil untuk mereka di Yerussalem. Menurut kepercayaan mereka, dia akan membuat bangsa Yahudi dalam kegemilangan dan kesejahteraan duniawi. Masa Kemasihan atau The Messianic Time akan mereka lalui sebelum Kiamat.

Namun, Messiah yang akan memimpin mereka adalah Messiah Palsu. Mereka tidak menerima Messiah yang asli (Al-Masihu Isa) dan juga tidak memercayai kerasulannya. Mereka bahkan berbuat makar dengan mencoba untuk membunuh Nabi Isa as. Tetapi Allah swt adalah dzat yang maha pembuat balas, makar mereka tidak berhasil. Allah menyelamatkan Isa dari makar mereka dan Judas, pembuat makar, justru yang disalib. Atas makar yang mereka buat Allah mengirim bangsa-bangsa yang sadis dan kejam untuk menghancurkan mereka.

Dalam kepercayaan mereka, Al-Masihu Isa mendapat predikat yang sangat buruk. Mereka tidak menerimanya sebagai Al-Masih karena tidak sesuai dengan apa yang mereka impikan. Dalam Talmud, kitab suci yang dikarang oleh ulama mereka (bukan wahyu), Nabi Isa digambarkan sebagai penyihir. Sangkaan mereka sangatlah buruk dan mereka tidak lain hanyalah mengada-ngada terhadap ayat Allah tanpa melihatnya sebagai mukjizat. Jangankan Nabi Isa, Nabi Muhammad saja, seperti yang ditulis oleh Moses Maimonedes (Ulama tersohor Yahudi), dianggap sebagai Nabi Palsu karena tidak bisa baca tulis.

“Karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena makar (mereka) yang jahat. Makar yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunah Allah itu.” (Fathir : 43)

Pembalasan Allah takkan menimpa kecuali kepada mereka yang berbuat makar. Contohnya Yudas Iskariot, dia membuat rencana busuk dengan pendeta-pendeta Yahudi dan Kerajaan Roma untuk membunuh Isa Al-Masih. Dia ingin mengelabui Isa dengan sengaja memberitahu Prajurit Romawi untuk membunuh Isa ketika dia sedang makan bersama sahabat-sahabatnya. Namun Allah adalah dzat yang Maha Tahu, dia tidak akan membiarkan utusannya dianiyaya dan dibunuh oleh mereka. Allah lalu mengangkat Isa ke langit dan menyerupakan wajah Yudas Iskariot yang berkhianat. Maka diapun disalib dan dibunuh tanpa seorangpun tahu jika dia adalah Yudas bukan Isa.

Begitu pula dengan mereka yang telah merancanakan rencana-rencana jahat (makar) terhadap Islam dan penganutnya, maka mereka akan mendapatkan balasan atas semua makar yang mereka buat. Mereka akan diperangi oleh Kaum Muslimin karena pembunuhan dan pembantaian mereka terhadap orang-orang Islam di Palestina. Saat itu, ketetapan Allah yang pernah terjadi kepada mereka 2000 tahun lalu akan terjadi kembali. Mereka akan hancur sebagaimana hancurnya nenek moyang mereka oleh Pasukan Romawi dibawah Panglima Titus.

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Dajjal itu akan keluar kepada umatku kemudian menetap selama empat puluh lamanya, tetapi saya tidak mengerti apakah itu empat puluh hari atau empat puluh bulan atau empat puluh tahun. Kemudian Allah mengutus Isa putera Maryam a.s. lalu ia mencari Dajjal kemudian merusakkannya -yakni membunuhnya. Kemudian para manusia itu menetap selama tujuh tahun di saat itu tidak ada permusuhan sama sekali antara dua orang manusiapun.

Hadis riwayat Ibnu Umar ra. : Dari Nabi saw. bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!. (Shahih Muslim No.5200)

Mungkin saat ini kita melihat Israel dalam keadaan yang sangat sejahtera gemah ripah loh jinawi. Mereka hidup dalam kesejahteraan yang menggiurkan dibandingkan negri-negri tetangganya seperti Palestina, Iraq, dan Syria. Israel tak pernah tertimpa krisis, baik krisis ekonomi, politik, ataupun sosial[2]. Israel adalah surganya Yahudi di dunia, namun hal itu hanyalah sementara. Ya, sementara dalam kehidupan dunia yang singkat.

 


[1] Daniel 9:27

[2] Menurut lembaga Survei Internasional, Israel adalah satu-satunya negara di dunia yang tak pernah tertimpa krisis finansial. Hal itu tidak lain disebabkan karena para Zionis menduduki posisi-posisi di badan moneter internasional dan bank dunia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: