Messiah Yahudi adalah Dajjal

Dajjal  adalah seorang Manusia

Semua mahluk di alam semesta ini tak lepas dari kehendak Allah. Kita semua hidup dibawah kehendak Allah. Kita hanya mahluk yang diberi jalan untuk berusaha semampu kita, namun kita takkan bisa melampaui kehendak Allah. Jika kita berkehendak untuk melakukan sesuatu namun Allah tidak menghendakinya, maka hal itu takkan terjadi. Tapi apabila Allah menghendaki sesuatu kepada kita maka hal itu takkan bisa dielakkan dari diri kita.

Semua mahluk di alam semesta ini telah ditetapkan atasnya takdir berupa kehidupan dunia dan kematian. Semua yang kita lakukan adalah ketetapan Allah yang sudah menjadi lembaran-lembaran takdir. Semuanya tak lepas dari kehendak Allah. Begitupula Dajjal, dia adalah mahluk yang Allah berikan ketetapan atasnya takdir dan kematiannya. Dajjal tidak akan bisa membuat mudharat jika Allah tidak menghendakinya. Dia hanya memberi ujian kepada umat manusia dengan apa-apa yang sudah Allah kehendaki. Diapun kelak akan menemui ajalnya yang sudah ditetapkan kapan dan dimana tempatnya.

Dajjal adalah mahluk Allah yang berasal dari golongan manusia. Dia akan muncul di akhir zaman dengan membawa segala Fitnah. Fitnahnya berbentuk ujian (Musibah) dan juga Godaan. Dia takkan bisa menimpakan fitnah kepada manusia jika Allah tak menghendakinya. Fitnahnya merupakan cobaan dan godaan yang terbesar semenjak Allah menciptakan Adam.

Rasulullah saw bersabda dalam sebuah Hadits :

“Tidak ada perkara yang lebih besar (cobaannya) antara penciptaan Adam sampai hari kiamat melebihi Dajjal” (HR. Muslim)

Rasulullah saw menjelaskan, bahwa dari semua mahluk yang Allah ciptakan sejak nabi Adam hingga Kiamat, tak ada yang lebih besar cobaanya dari Dajjal. Hal itu karena dia akan memberikan segala kenikmatan kepada yang ingin beriman kepadanya dan akan memberikan segala musibah kepada siapa saja yang tak beriman kepadanya. Dia akan memberi surga kepada mereka yang setia kepadanya dan mengaku bahwa dirinya adalah Tuhan. Dan Neraka kepada mereka yang menolak untuk percaya kepada ketuhanannya.

Rasulullah saw dalam sabdanya berkata :

“Dari Abu Hurairoh ra. Ia berkata: Rasulullah saw bersabda : “Maukah kujelaskan kepada kalian suatu berita tentang Dajjal yang belum pernah dijelaskan oleh seorang Nabi kepada umatnya. Sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah, dan sesungguhnya ia akan muncul dengan membawa semacam surga dan neraka. Sesuatu yang dikatakan surga oleh Dajjal itu adalah Neraka. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dia dilahirkan dari seorang manusia biasa seperti yang lainnya. Dia tidak lahir dari persilangan antara jin dengan manusia. Dia bukanlah “Manusia Setengah Dewa” seperti yang dikatakan beberapa orang. Mereka menilai Dajjal dapat melakukan hal-hal yang luar biasa karena dia lahir dari persilangan antara Jin dengan Manusia.

 

Pengikut Dajjal adalah orang-orang Yahudi

 

Dajjal akan keluar bersama para pengikutnya orang-orang Yahudi. Mereka adalah orang-orang yang akan mengakui Kemasihan (kenabian) Dajjal. Hal ini dapat dibuktikan dari keterang-keterangan dibawah ini :

Suatu hari, ketika Nabi Ya’qub sedang menghadapi saat-saat terakhirnya di dunia, dia mengumpulkan anak-anaknya untuk memberikan suatu kabar. Kabar itu berisi tentang apa-apa yang akan dihadapi oleh keturunannya di akhir zaman. Kemudian saat giliran anaknya yang bernama Dan, dia berkata :

“Dan akan memerintah bangsanya, mereka akan menjadi seperti suku Israel yang lain. Dan bagaikan ular di pinggir jalan, ular berbisa di tepi lorong, yang mematuk tumit kuda sehingga penunggangnya tercampak. Aku menantikan penyelamatan daripada-Mu, ya Allah.” (Kejadian 49:16-17)

Dan adalah salah satu anak dari anak-anak nabi Ya’qub yang dua belas orang. Diantara semua anak-anaknya, Dan dikenal jahat. Dikatakan, dia adalah salah seorang yang menganjurkan saudara-saudaranya yang lain untuk menipu bapak mereka sendiri tentang Yusuf. Dia menganjurkan agar baju Yusuf diolesi dengan darah seorang anak agar dikira Yusuf mati dibunuh binatang buas. Itu semua adalah makar yang sengaja dibuat oleh Dan karena kedengkiannya kepada Yusuf. Ini hanyalah gambaran sekilas tentang sosok Dan.

Jika kita lihat ayat diatas, bahwa kelak di akhir zaman  akan ada seorang keturunan Dan yang akan memimpin Israel. Dia digambarkan seperti ular yang akan mematuk tumit kuda. Maksudnya, dia akan menyerang musuh-musuh Israel dan melindunginya dari siapa saja yang ingin menghancurkannya.

Beberapa penafsir Taurat mengatakan tentang ayat ini, bahwa kelak Dajjal akan lahir dari keturunan Dan. Dia akan memimpin para pengikutnya orang Yahudi keturunan Dan, seperti keturunan Israel lainnya. Dia juga akan melindungi mereka dari musuh-musuh yang ingin menghancurkannya.

Hal diatas mungkin dapat dibenarkan, karena ada sebuah hadits Nabi Muhammad yang mengatakan bahwa Dajjal akan keluar bersama para pengikutnya orang-orang Yahudi.

Rasulullah saw telah bersabda bahwa para pengikut setia Dajjal adalah orang-orang Yahudi :

“Dari Anas bahwasanya Rasulullah saw bersabda : “Orang Yahudi Isbahan sebanyak tujuh puluh ribu lengkap dengan pakaian seragamnya akan mengikuti Dajjal”. (HR. Muslim)

Yang dimaksud dengan Yahudi Isbahan disana kemungkinan adalah Isfahan. Isfahan adalah sebuah daerah yang sekarang ini terletak di Iran. Perkataan Rasulullah diatas dapat dibenarkan karena saat ini, Iran adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang ditinggali oleh komunitas Yahudi terbesar setelah Israel. Mereka hidup di Iran semenjak zaman Kerajaan Persia memerintah. Mereka terkonsentrasi di beberapa kota seperti Isfahan dan Teheran.

Mereka hidup dengan nyaman dan aman sebagai minoritas di Iran. Kehidupan mereka dijamin dengan UU dan hak mereka untuk beribadah diberikan sebebas-bebasnya. Mereka bahkan mempunyai suara dalam Parlemen Iran yang membuat aspirasi mereka terwakili. Hal tersebut sangat mengherankan dibandingkan dengan saudara-saudara Muslim yang beraliran Sunni. Mereka hidup dalam tekanan Pemerintah Syiah Iran yang sangat radikal. Mereka sering dibatasi untuk beribadah khususnya Ibadah Hari Raya seperti Idul Fitri dan Adha. Ditambah lagi, mereka tak punya satu perwakilanpun dalam Parlemen di Iran.

Dajjal akan mempunyai pengikut setia dari golongan Yahudi. Mereka adalah kelompok yang pertama kali mengakui Kemasihan atau Kemahdian Dajjal. Ketika Dajjal keluar, semua umat manusia pastinya akan merasa aneh dengan fenomena seseorang yang mengaku sebagai Al-Masih. Umat manusia akan kaget apakah benar dia adalah Al-Masih/Al-Mahdi yang ditunggu-tunggu oleh semua orang. Orang-orang Yahudi yang tahu bahwa dia adalah Messiah mereka, akan langsung membaiatnya menjadi Sang Messiah.

Nabi Isa as sendiri telah diberi wahyu oleh Allah swt bahwa ketika dia diutus kepada Bani Israel, sesungguhnya telah muncul banyak Dajjal (nabi-nabi palsu). Hal itu telah disampaikan kepada murid-muridnya :

“Anak-anakku, akhir zaman sudah dekat! Sudah diberitahukan kepadamu sebelumnya bahwa Dajjal (yang mengaku tuhan) akan datang; dan sekarang sudah muncul banyak Dajjal (yang mengaku nabi).” (I Yohannes 2:18)

Dia memperingatkan kepada para Sahabatnya, bahwa Hari Kiamat sudah dekat dan salah satu tandanya adalah  kemunculan Dajjal. Sebelum Dajjal yang mengaku sebagai Tuhan keluar, akan muncul Dajjal-dajjal yang mengaku sebagai Nabi. Kemudian Nabi Isa berkata lagi mengenai kelompok-kelompok yang mendukung datangnya Dajjal,

“Mereka adalah orang-orang yang sudah meninggalkan kita, karena mereka sebenarnya memang bukan golongan kita. Kalau mereka golongan kita, tentu mereka tetap bersama-sama kita. Tetapi mereka meninggalkan kita, supaya jelaslah bahwa tidak seorang pun dari mereka yang benar-benar termasuk golongan kita.” (I Yohannes 2:19)

“Mereka” yang disebutkan diatas lebih tepat kita sematkan kepada sebagian orang-orang Yahudi, karena Nabi Isa tidak diutus kecuali kepada Bani Israel. Ayat diatas menggambarkan bahwa ada segolongan Yahudi yang sudah meninggalkan ajaran Musa as. Mereka sudah menyimpang dari ajaran Musa dan juga tidak menerima ajaran Nabi Isa as. Padahal, kalaulah mereka memang menerima ajaran Musa as dan para Nabi setelahnya, tentunya mereka yakin bahwa kerasulan Nabi Isa adalah kebenaran dari Allah. Mereka pasti akan percaya Nabi Isa as sebagai utusan Allah. Namun, mereka justru menolak Isa dan ajarannya. Padahal ajaran Nabi Isa adalah ajaran-ajaran yang membenarkan ajaran Musa as.

“Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israel, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.” (Al-Maaidah :70)

Mereka menolak Nabi Isa dan ajarannya, karena menurut mereka Nabi Isa tidak sesuai dengan Al-Masih yang mereka tunggu-tunggu. Lalu, sebagian dari merekapun berupaya untuk menghalangi dakwah Nabi Isa. Ketika mereka tidak berhasil menghalangi dakwah Isa, mereka mencoba untuk membunuh Isa dengan makar yang diatur sedemikian rupa. Mereka menyangka jika Allah tidak tahu makar-makar yang mereka buat. Merekapun dibalas dengan makar yang diakibatkan perbuatan mereka kepada Isa dan pengikut-pengikutnya.

Dapat kita simpulkan dari keterangan-keterangan di atas bahwa, para pengikut Dajjal adalah orang-orang Yahudi yang mana mereka adalah orang-orang yang tidak mengakui kerasulan Isa as. Mereka adalah golongan yang sudah menyimpang dari ajaran Musa as dan tidak menerima ajaran Isa. Sebagian dari mereka telah tinggal di Isfahan dan sekitarnya. Kelak ketika keluar, dia akan memimpin orang-orang Yahudi dan akan melindungi mereka dari musuh-musuhnya.

 

Dajjal akan mengaku sebagai Al-Masih (rasul) kemudian mengaku sebagai Tuhan

 

Pada awalnya, Dajjal akan mengaku sebagai utusan Allah sebelum dia mengaku sebagai Tuhan. Rasulullah saw bersabda dalam haditsnya :

Dari Abu Hurayroh ra. berkata, “Rasulullah saw bersabda : Tidak akan terjadi kiamat sebelum dilahirkan beberapa Dajjal, orang-orang pembohong, hampir sebanyak tiga puluh orang, semuanya mendakwakan dirinya utusan Allah”.  (HR. Muslim)

Sebelum Dajjal yang mengaku sebagai Tuhan keluar, akan muncul banyak Nabi-nabi palsu yang mengaku diutus Tuhan. Mereka semua adalah cerminan dari Dajjal yang terakhir yang sedang kita bicarakan saat ini. Jika Nabi Palsu mengaku-ngaku sebagai utusan Allah, maka Dajjalpun akan mengaku sebagai utusan Allah sebelum mendakwakan dirinya sebagai Tuhan. Jika Nabi palsu mendapat wahyu dari Iblis, maka Dajjalpun mempunyai seruan-seruan Iblis yang mengajak orang yang mendengarkannya untuk kafir kepada Allah swt. Jika Nabi palsu berbicara dengan kebohongan yang besar, maka Dajjalpun akan berbicara dengan kebohongan yang lebih besar.

Nabi Isa bersabda bahwa kelak akan muncul Nabi-nabi Palsu yang mengaku Al-Masih :

“Akan banyak yang datang dengan namaku, mengklaim, ‘Aku adalah Al-Masih’, dan akan menipu banyak orang.” Matius 24:5

Iklan
Dengan kaitkata ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: