Hegemoni Zionis dalam Pers

Hegemoni Zionis dalam Pers

Adalah sebuah keniscayaan jika Pers saat ini telah dikuasai oleh Zionis. Mereka mengembangkan industri Pers yang maju dan aktual. Dengannya, mereka mampu mempropagandakan agenda-agenda mereka dalam masyarakat. Bukan hanya Media berita tetapi juga hiburan-hiburan di TV. Pers dan Media adalah alat yang digunakan oleh Zionis untuk menguasai persepsi masyarakat. Persepsi adalah sesuatu yang bersifat relatif. Mereka yang mempunyai Pers akan sangat mudah mengubah persepsi-persepsi masyarakat yang tadinya bersifat tabu menjadi tak tabu. Yang tadinya bersifat salah menjadi benar. Mereka ingin dunia menjadi tempat yang aman bagi Israel dan bahaya bagi musuh-musuhnya.
Dari empat perusahaan Media terbesar didunia, semuanya sudah dimiliki oleh mereka. Bahkan salah satu pemiliknya adalah seseorang yang bergerak aktif dalam program-program Zionisme. Dalam komentarnya mengenai Israel dia mengatakan, bahwa dia akan melawan musuh-musuh Israel (kelompok Jihad Islam) yang membahayakan Israel. Yaitu dengan ikut mempropagandakan “Jihad dan Terorisme”. Dengan memberi konotasi “Terorisme” kepada siapa saja yang melakukan kekerasan atas nama Islam. Mereka mempropagandakan perang melawan teror di media sebagai langkah pelabelan garis keras kepada siapa saja yang menyerang Israel.
Salah satu korban dari perang melawan terorisme di media adalah Hamas. Hamas adalah kelompok Jihad Islam yang tidak mendukung eksistensi Israel di Palestina. Mereka berperang melawan pendudukan zionis demi menuntut hak mereka sebagai pewaris Tanah Suci. Dengan senjata apa adanya, mereka berjuang di jalan Allah yang mulia. Namun, dalam setiap berita yang disiarkan melalui media Barat, mereka selalu diidentikkan dengan organisasi teroris. Mereka biasa disebut dengan kelompok jihad Islam yang radikal dan teroris. Padahal, mereka adalah para Mujahid yang berjuang demi Allah dan Rasulnya. Mereka adalah para Pejuang yang sebenarnya di mata agama dan bangsa. Alangkah parsialnya media-media barat dalam melabeli kelompok-kelompok yang berjuang melawan penjajah yang ingin merampas tanah mereka. Bandingkan dengan Israel yang merampas, menganiyaya, membunuh, memenjarakan rakyat Palestina tanpa memperdulikan hak-hak mereka. Mereka hanya dilabeli sebagai bangsa yang membela diri mereka dari roket-roket bekas Pejuang Hamas. Jika Israel menyerang dan menghancurkan wilayah-wilayah Palestina, mereka akan dikatakan membela diri. Namun, jika Hamas menyerang balik, mereka akan dikatakan kelompok teror yang benci perdamaian.
Ketika peristiwa 9/11 terjadi, Pers dan Media yang mereka miliki langsung membuat banyak hujatan dan cercaan mengenai Kelompok Jihad Islam. Hampir semua Pers di Amerika mengarahkan panah kedengkian terhadap Islam dan penganutnya. Mereka menjadikan Islam dan Jihad sebagai pelaku utama pemboman WTC. Dengan begitu, kata Jihad telah mereka samakan dengan kata Terorisme. Mereka yang berjuang melawan Israel disebut dengan kelompok Teroris Islam padahal mereka adalah Mujahid. Sedangkan mereka yang membunuh dan membom orang-orang tak bersalah seperti Al-Qaeda dan kelompok Khawarij lainnya disebut dengan Mujahidin, padahal mereka adalah kelompok yang telah menyimpang dari ajaran Islam yang benar. Tujuan mereka yang sebenarnya adalah untuk membuat pemahaman Anti-Jihad di semua negri-negri Islam. Mereka ingin agar pemahaman Jihad dibuat rancu sehingga takkan ada lagi orang-orang Islam yang berani terjun ke medan peperangan melawan Israel. Israel akan aman karena tak ada lagi yang berani melakukan Jihad. Jihad adalah Terorisme dan Terorisme adalah Jihad, itulah siasat mereka yang sebenarnya.
Fakta lain yang dapat membuktikan akan hegemoni Zionis di dunia adalah Perang-perang yang dilancarkan oleh Amerika. Sesungguhnya, Perang melawan Teror yang dilancarkan oleh Amerika terhadap negara Islam seperti Iraq adalah atas desakan dan tekanan lobi-lobi Yahudi di Washington. Mereka ingin Amerika terlibat ke dalam Perang melawan Iraq dengan dalih Perang Suci melawan Teror.
Amerika menginvasi Iraq dengan dalih senjata pemusnah massal. Namun ketika mereka berhasil menginvasi Iraq, mereka tak mendapatkan satu senjata nuklirpun. Mereka telah berbohong kepada masyarakat internasional dengan menjadikan isu senjata nuklir yang mereka sendiri tidak yakin akan kebenarannya. Kelancangan dan kesembronoaan mereka untuk menginvasi Iraq adalah tidak lain karena adanya desakan-desakan praperang yang dilancarkan oleh politisi pro Israel di Washington.
John J. Mearsheimer dan Stephen M. Walt dalam bukunya The Israel Lobby and U.S. Foreign Policy (Lobi Israel dan Kebijakan Luar Negri Amerika) mengatakan:

“Elemen-elemen pendukung perang Iraq membentuk konteks keputusan perang, hal itu membuat kita memahami akan adanya desakan-desakan yang juga memberikan pilihan perang. Tapi ada persamaan lainnya, perang takkan terjadi kecuali jika tak ada desakan. Elemen itu adalah Lobi Israel, khususnya sekelompok pembuat kebijakan neokonservatif dan para ahli yang telah menekan Amerika untuk menyerang Iraq sebelum peristiwa 9/11 terjadi. Golongan yang mendukung perang percaya jika penggulingan Saddam akan meningkatkan posisi strategis Amerika dan Israel dan mempercepat proses transformasi regional yang akan memberi keuntungan keduanya. Pejabat-pejabat Israel dan mantan pemimpin-pemimpin Israel telah mendukung usaha-usaha ini, karena mereka sangat ingin melihat Amerika menjatuhkan salah satu musuh utama mereka di Timur Tengah-yang juga pernah meluncurkan Misil-misil Scud ke Israel di tahun 1991.”

Kepentingan Israel untuk menghancurkan Iraq dan membunuh pemimpinnya adalah strategi yang sangat masuk akal. Dalam kancah internasional, Saddam Hussein dikenal sebagai seorang yang cukup vokal terhadap eksistensi Israel. Dia mempunyai cita-cita untuk mengusir para Penjajah dan mempersatukan jazirah Arab dibawah kekuasaannya. Karenanya, Israel mempunyai kepentingan untuk menjaga wilayahnya dari Iraq. Mereka yakin jika Iraq diinvasi dan Pemimpinnya dibunuh, maka musuh-musuh mereka akan berkurang. Israel akan lebih mudah menjamin keamanan negrinya dengan situasi yang kondusif.
Sekarang Iraq telah hancur dengan konflik yang ditinggalkan oleh Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya. Negri seribu satu malam itu telah binasa oleh konflik antar sekte. Tak ada hari tanpa kekerasan. Anak-anak menangis dan para wanita mengeluh dengan sedihnya. Lelaki tua terperanjat dalam susahnya hidup di negri sendiri. Mereka bertanya, “Apakah ini yang disebut sebagai Kemanusiaan dan Demokrasi?”. Dimanakah janji-janji yang diberikan oleh Geroge W Bush dan Tony Blair kepada rakyat Iraq sebelum mereka masuk ke Baghdad. Bukankah mereka berjanji untuk memberikan kemanan kepada rakyat Iraq. Janji tinggal janji. Mereka menjajah bangsa Iraq dengan membawa demokrasi dan kemanusiaan, namun motif mereka tiada lain hanyalah minyak dan kepentingan Israel.

Hal itu dibenarkan oleh seorang Jurnalis Israel, Ari Shavit di Harian Haaretz, tanggal 5 April, 2003:

“ Rencana Perang di Iraq disusun oleh 25 intelektual neokonservatif, kebanyakan mereka adalah orang Yahudi, yang menekan Presiden Bush untuk mengubah jalannya sejarah”.

Belum kering darah di Tanah Iraq, mereka kini berupaya untuk masuk menyerang Iran. Kini yang paling nafsu bukanlah Amerika dan Inggris, namun Israel. Israel menilai Iran mempunyai senjata pemusnah massal yang kelak akan membahayakan eksistensi Israel di Timur Tengah. Saat ini mereka sedang merancanakan perang yang akan mengguncang Iran dengan serangan-serangan mendadak. Mereka memakai dalil yang sama ketika mereka mengusulkan perang Iraq. Mereka menuduh Iran telah mengembangkan senjata pemusnah massal.
Diatas hanyalah gambaran bahwa saat ini Dunia sudah dikuasai oleh Zionis. Jika anda sudah menguasai Amerika, maka anda sudah menguasai sepertiga Dunia. Dan jika anda sudah menguasai Pers, maka anda sudah menguasai dunia hampir seluruhnya. Ya, saat ini Dunia sudah dikuasai oleh Zionis dibalik layar. Karenanya, ketika Dajjal keluar dari tempat persembunyiannya, dia tidak akan keluar dengan tangan kosong melainkan dengan kekuasaan atas pemerintahan di dunia. Dunia akan benar-benar dimilikinya atas usaha para pendukungnya, baik dia zionis Yahudi ataupun zionis non-Yahudi.
Dajjal takkan keluar kecuali Kerajaannya telah dipersiapkan. Tiada lain dan tiada bukan, Kerajaannya adalah sebuah negri bernama Israel. Israel adalah bangsa yang kelak akan menjadi pengikut setia Dajjal. Orang-orang Yahudi akan memberinya tahta Raja kepada dirinya. Mahkota akan diletakkan di kepalanya dan minyak akan diolesi di dahinya.
Sebagai bahan renungan, Israel yang kini kita lihat bukanlah Israel yang dulu ditinggali oleh banyak Rasul dan Nabi. Dimana orang-orang berziarah ke tempat-tempat suci dengan khidmatnya dan khusyu’nya. Bukan pula Israel yang pernah dipimpin oleh Nabi Sulaiman dan Nabi Daud. Israel hari ini adalah Israelnya Zionis. Negara Yahudi demokratik yang sistem hukum dan pemerintahannya berdasarkan pada sistem hukum barat, bukan berdasarkan pada sistem hukum Kitab Taurat. Itulah kenapa sikap dan prilaku mereka terhadap Kaum Muslimin sangatlah biadab dan buruk. Israel hari ini adalah negri rasis yang tak memperdulikan nilai-nilai kemanusiaan.
Fidel Castro, mantan Presiden Kuba yang juga seorang revolusionis penentang imperialisme barat pernah berkata mengenai kebiadaban Zionis Israel,
“Kebencian yang dirasakan Israel terhadap rakyat Palestina terlihat dari tidak ragu-ragunya mereka untuk menangkap setengah juta laki-laki, wanita, dan anak-anak negri itu ke dalam tempat pembakaran mayat yang dulu jutaan orang-orang Yahudi dari semua umur dibasmi oleh Nazi. Nampaknya slogan Swastika (rasis) adalah bendera Israel hari ini.”
Bangsa yang dulunya sering membunuh para Nabi Allah dan membuat kerusakan di tempat suci. Mereka telah membuat makar yang kejam kepada para Nabi. Maka, makar merekapun dibalas oleh Allah swt dengan datangnya bangsa-bangsa yang kejam untuk menghancurkan mereka.
“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israel dalam kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana”. Surat Al-Isra 4-5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: